SELAMAT DATANG

Senin, 28 Oktober 2013

#Test Objektif

Tes objektif adalah tes atau butir soal yang telah mengandung kemungkinan jawaban yang harus dipilih atau dikerjakan oleh peserta tes. Peserta tes hanya harus memilih jawaban dari alternatif jawaban yang disediakan.
Bentuk tes objektif secara umum memiliki 3 tipe yaitu :
a       Benar-salah (true false)
b       Menjodohkan (matching)
c        Pilihan ganda (multiple choice)

Butir soal objektif memiliki kekuatan antara lain :
1.    Mudah dikontruksi.
2.    Perangkat soal dapat mewakili seluruh pokok bahasan.
3.    Pemberian nilai dan cara menilai test objektif lebih cepat dan mudah karena tidak menuntut keahlian khusus dari pada si pemberi nilai.
4.    Alat yang baik untuk mengukur fakta dan hasil belajar langsung terutama berkenaan dengan ingatan.
5.    Untuk menjawab test objektif tidak banyak memakai waktu.
6.    Reabilitynya lebih tinggi kalau di bandingkan dengan test Essay, karena penilainnya bersifat objektif.
7.    Objektif test tidak memperdulikan penguasaan bahasa, sehingga mudah dilaksanakan.
8.    Validity test objektif lebih tinggi dari essay test, karena samplingnya lebih luas.

Adapun kelemahan butir soal objektif adalah :
1.    Mendorong peserta tes untuk menebak jawaban, karena mereka belum menguasai materi pelajaran tersebut.
2.    Terlalu menekankan kepada ingatan.
3.    Peserta tes harus selalu memberikan penilaian absolut.
4.    Banyak memakan biaya, karena lembaran-lembaran item test harus sebanyak jumlah pengikut test.
5.    Nilai yang diperoleh belum tentu sesuai dengan kemampuan siswa, karena tak jarang siswa yang hanya asal menerka jawaban


Tes Subyektif

Secara umum soal subyektif adalah pertanyaan yang menuntut peserta didik menjawab dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan, dan bentuk lain yang sejenis sesuai dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa sendiri. Maka dalam tes dituntut kemampuan peserta didik untuk menggeneralisasikan gagasannya melalui bahasa tulisan sehingga tipe soal subyektif lebih bersifat power test.
Jumlah soal-soal bentuk subyektif biasanya tidak banyak, hanya sekitar 5-10 buah soal dalam waktu kurang lebih 90-120 menit. Soal-soal bentuk ini menuntut kemampuan peserta didik untuk dapat mengorganisir, menginterpretasi, dan menghubungkan pengertian-pengertian yang telah dimiliki.
Kelebihan dari tes subyektif adalah:
1) Mudah disiapkan dan disusun
2) Peserta didik (testee) bebas menjawab.
3) Mendorong peserta didik (testee) melatih mengemukakan gagasan dalam kalimat yang       baik
4) Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengutarakan maksudnya dengan gaya bahasa dan caranya sendiri.
5) Dapat mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap suatu masalah yang diujikan.




b.Kelemahan tes subyektif

1) Kurang efektif untuk materi yang scopnya luas
2) Kurang representative dalam hal mewakili seluruh scope bahan pelajaran yang akan dites karena soal jumlahnya terbatas.
3) Baik-buruk tulisan, panjang pendek, tidak sama jawaban menimbulkan evaluasi dan penskoran kurang objektif
4) emeriksaannya lebih sulit sebab membutuhkan pertimbangan individual lebih banyak dalam melakukan penilaian.
5 )Koreksi memerlukan waktu dan ketelitian dan tidak dapat diwakilkan kepada orang lain.

Tes Subjektif dibedakan manjadi 3 macam yaitu :
a.    Ingatan sederhana
Dengan ciri-cirinya, dapat dijawab dengan singkat, dapat dinilai secara objektif, dan umumnya menggunakan kata tanya yang berupa kata bagaimana, di mana, berapa banyak, dan kapan.
b.   Jawaban pendek (short answer )
Dengan ciri-cirinya meliputi : pertanyaan berisi perintah seperti berikan difinisi, susunlah, tuliskan (jawaban berupa pernyataan atau kalimat pendek dan dapat dinilai secara objektif.
c.    Bentuk diskusi
Dengan ciri-cirinya : memerlukan jawaban panjang, tidak dapat dinilai secara objektif, menggunakan kata : jelaskan, gambarkan, bandingkan, terangkan, berikan alasan.

Tugas

PENILAIAN PENGAJARAN BAHASA INDONESIA
“ Tes Objektif dan Tes Subjektif”





EKA SATRIANA
A1D1 11 019

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar