SELAMAT DATANG

Minggu, 20 Oktober 2013

#KEMAMPUAN MEMAHAMI STRUKTUR BATIN PUISI DOA KARYA CHAIRIL ANWAR DAN PUISI PADA-MU JUA KARYA AMIR HAMZAH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 17 KENDARI




Nama    Peneliti    :YANTI
Stambuk        : A1D104043
Prog. Studi        : Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
Judul Penelitian`    : KEMAMPUAN MEMAHAMI STRUKTUR BATIN PUISI DOA
KARYA CHAIRIL ANWAR DAN PUISI PADA-MU JUA KARYA AMIR HAMZAH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 17 KENDARI
Dosen Pembimbing     : 1.   Dr. La Niampe, M.Hum
    La Ode Syukur, S.pd., Hum
Tahun Skripsi    : 2010   

Nama        : Eka Satriana
                Stambuk     : A1D1 11 019
PENGAJARAN


ABSTRAK


Penelitian ini di latar belakangi oleh pentingnya pemahaman puisi khususnya pemahaman struktur batin puisi, karena melalui struktur batin puisi siswa dapat memahami makna apa yang di ungkapkan penyair melalui puisinya. Masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana kah kemampuan memahami struktur batin puisi do’a karya Chairil Anwar dan padamu jua Amir Hamza siswa kelas VIII Smp Negeri 17 Kendari?”
Ruang lingkup penelitian ini adalah tentang kemampuan memahami struktur batin puisi do’a karya Chairil Anwar dan padamu jua karya Amir Hamza yang meliputi tema, rasa, nada dan amanat. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Smp Negeri 17 Kendari pada tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 60 orang. Tekhnik yang digunakan adalah total sampling maksudnya seluruh populasi akan menjadi sampel dalam penelitian ini, sehingga jumlah sampel yaitu 60 orang. Instrument penelitian ini terdiri atas 20 butir soal tentang kemampuan memahami struktur batin puisi. Siswa atau responden menyelesaikan keseluruhan butir tes selama 2 x 40 menit (menit). Tiap-tiap butir tes yang di jawab benar di beri skor 1 dan jawaban yang salah di beri skor 0.
Berdasarkan hasil analisis data, dapat di simpulkan bahwa kemampuaan memahami struktur batin puisi doa karya Chairil Anwar dan pada-mu jua karya Amir Hamzah tergolong dalam kategori mampu dengan persentase kemampuan 66,08%  dan dari kedua struktur batin puisi tersebut yang lebih dipahami oleh siswa adalah struktur batin puisi doa karya Chairil Anwar dengan persentase kemampuan 70,5%, sedangkan dari segi aspek yang lebih dpahami oleh siswa pada puisi doa karya chairil Anwar dan pada-mu jua karya Amir Hamzah adalah aspek dalam persentase kemampuan 87,5%, pada puisi doa karya Chairil Anwar Aspek yang lebih dipahami oleh siswa adalah aspek tema dengan persentase kemampuan 91,67%, dan pada puisi pada-mu jua karya Amir Hamzah aspek yang lebih dipahami adalah aspek tema dengan persentase kemampuan 83,33%.
Kata Kunci: Struktur Batin Puisi

PENDAHULUAN

    Latar belakang
Sastra merupakan ungkapan spontan dari perasaan yang mendalam. Sastra adalah ekspresi pikiran yang berisi pandangan , ide, perasaan, pikiran, dan semua kegiatan mental manusia. Sastra adalah inspirasi kehidupan yang dimaterikan dalam sebuah bentuk-bentuk keindahan. Sastra juga merupakan semua buku yang memuat perasaan kemanusiaan yang emndalam dan kebenaran moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan, dan bentuk yang memposana.
Perwujudan bentuk karaya sastra salah satunya adalah puisi. Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang berbeda dengan bentuk karya sastra lainnya, prosa maupun drama. Perbedaannya terletak pada daya intensifkasi dan konsentrasi yang lebih tinggi. Di antar ketiganya,daya intensifikasi terlihat pada pilihan katanya yang menimbulkan gaya imajinsi yang berkembang, dan konsentrasi terlihat pada kepadatan bahasa yang dipergunakannya. Puisi dapat saja disajikan dalm bentuk prosa dengan bahasa yang terurai. Tetapi penyajian dalm bentuk prosa jelas akan menimbulkan kesan yang berbeda dibandingkan penyajian dalam bentuk puisi. Artinya daya intesifikasi dan konsentrasi yang berbeda.
Pembinaan dan pengembangan karya sastra sebagai bagian dari kebudayaan nasional khususnya puisi perlu dilakukan. Sebab, setiap puisi  yang diciptakan oleh pengarang didalamnya terkandung nilai-nilai yang penting bagi setiap manusia, baik orang yang telah dewasa maupun generasi muda. Puisi doa karya Chairil Anwar dan puisi pada-mu jua karya Amir Hamzah merupakan catatan-catatan emosi , luapan perasaan dengan gejolak jiwa dan sikap penyair pada masa-masa tertentu.
Puisi doa karya Chairil Anwar dan puisi pada-mu jua karya Amir Hamzah memiliki tema yang sama, yaitu tema ketuhanan. Tema ketuhanan itu terletaki pada struktur batin batin kedua puisi tersebut yang mengandung nilai-nilai pengharapan dan penyerahan diri kepada tuhan. Pulan kembali aku padamu, “padamu jua” karya Amir Hamzah. Struktur batin yang mengandung makna pengharapan dan penyerahan diri kepada tuhan juga ditemui pada puisi doa karya Chairil Anwar, seperti tuhanku , di pintumu aku mengetuk, aku tidak bias berpaling. Kedua pengarang ini juga memiliki tujuan yang sama yaitu pengarang mengajak pembaca untuk selalu mengingat tuhan.
Urgensi pengkajian kemampuan memahami puisi doa karaya Chairil Anwar  dan puisi pada-mu jua karya Amir Hamzah didasarkan atas keyakinan bahwa puisi tersebut sangat syarat merepresentasekan nilai religius, dan memiliki daya komunikasi bagi setiap pembacanya. Nilai religious atau ketuhanann dikemas dalam puisi doa karya Chairil Anwar dan puisi pada-mu jua karya Amir Hamzah dapat dilihat melalui penggalan puisi sebagai berikut: “Tuhan, dalam termanguaku masih menyebut namamu…(doa), dalam doaku subuh ini, kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata… ( dalam doaku).
Secara teori struktur puisi dapat dibedakan atas dua hal yaitu striktur lahir dan struktur batin. Struktur lahir dapat diamati melalui penggunaan bahasa puisi, sedangkan struktur batin dapat diamati melalui pemahaman isi puisi.
Pemahaman struktur batin puisi memrlukan kemampuan telaah puisi dari siswa. Lewat struktur batin puisi, siswa dapat memahami atau mengambil pelajaran yang diungkapkan penyair dalam puisinya sehingga dapat mempengaruhi perilaku dan pengetahuan para siswa, baik  langsung maupun tidak lansung.
Berdasarkan hal-hal di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang atau yang berjudul “Kemampuan Memahami Struktur Batin Puisi Doa Karya Chairil Anwar Dan Puisi Pada-Mu Jua Karya Amir Hamzah Siswa Kelas Viii SMP Negeri 17 Kendari”.

    Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP  Negeri 17 Kendari Memahami Struktur Batin Puisi Doa Karya Chairil Anwar Dan Puisi Pada-Mu Jua Karya Amir Hamzah.

    Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian ini dapat di deskriptikan berikut ini.
    Dapat menjadi informasibagi guru untuk penambahan pembelajaran puisi di SMP khiususnyab SMP Negeri 17 Kendari,
    Penulis dan pembca bdapat memperoleh deskripsi yang jelas dan mendalam tentang kemampuan siswa kelas VIII SMP  Negeri 17 Kendari Memahami Struktur Batin Puisi Doa Karya Chairil Anwar Dan Puisi Pada-Mu Jua Karya Amir Hamzah.

    Menjadi bahan informasi kepada lembaga pendidikan tentang kelas VIII SMP  Negeri 17 Kendari Memahami Struktur Batin Puisi Doa Karya Chairil Anwar Dan Puisi Pada-Mu Jua Karya Amir Hamzah. Secara khusus.

KAJIAN PUSTAKA

    Pengertian puisi
puisi merupakan bentuk karangan yang terikat. Keterikatan ini terlihat dari terikatnya (1) jumlah larik pada setiap bait, (2) jumlah kata pada setiap larik, (3) jumlah suku kata pada setiap larik, (4) rima, (5) irama.
Menurut Emersn ( dalam Tarigan, 2000 : 4) puisi merupakan upaya abadi untuk mengespresikan jiwa sesuatu, untuk menggerakan tubuh yang kasar dan mencari kehidupan dan alas an yang menyebabkannya ada. Karena bukannya irama, melainkan argument yang membuat irama ( yaitu idea atau gagasan ) yang menjelmakan suatu puisi. Sang penyair mempunyai suatu pikiran baru: dia mempunyai suatu kseluruhan pengalaman baru untuk disingkatkan; dia ingin mengutarakan kepada kita betapa caranya mempunyai pebendaharaan yang lebih kaya dari pengalaman tersebut.
Puisi termasuk salah satu bentuk sastra. Kehadiran sebuah puisi merupakan pernyataan seorang penyair. Pernyataan itu berisi pengalaman batinnya sebagai hasil proses kreatif terhadap objek seni. Objek seni ini berupa masalah-masalah kehidupan dan alam sekitar, ataupun segala kerahasiaan ( misteri ) di balik alam realitas, dunia metafisis bahan puisi yang ditimba penyair dari objek seni dibangunnya menjadi bangunan puisi yang utuh lewat proses kreatif. Puisi merupakan aspirasi pengalaman batin ( jiwa ) penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang estetik secara padu dan utuh didapatkan kata-katanya, dalam bentuk teks yang dinamakan puisi. Masalah kehidupan yang disuguhkan penyair dalam puisisnya tentu saja akan sekedar refleksi realitas. ( penafsiran kehidupan, rasa simpatik kemanusiaan, renungan mengenai penderitaan ,manusia dan alam sekitar ) melainkan juga cenderung mengepresikan hasil  renungan penyair tentang dunia metafisis, gagasan-gagasan baru ataupun sesuatu yang belum terbayangkan ataupun terpikirkan oleh pembaca, sehingga puisi serting di anggap mengandung misteri ( Zulfahnur dkk, 1997:2 ).





    Unsur-Unsur Puisi
Bagian yang membangun puisi ialah struktur fisik dan struktur batin puisi. Struktur fisik merupakan unsur estetik yang membangun unsur puisi dari luar yang terdiri dari diksi, pengimajian, kata-kata kongkrit, majas dan verifikasi. Sedangkan struktur batin puisi adalah makna puisi yang diintensifkan oleh pengarang ( unsur dari dalam ) atau hakikat pusi yang terdiri dari tema, rasa , nada dan amanat.

    Struktur Batin Puisi
Struktur batin puisi disebut sebagai isi atau hakikat puisi. Umumnya yang dimaksud dengan struktur batin puisi meliputi (1) tema, (2) rasa, (3) nada, dan (4) amanat. Keempat struktur ini merupakan catur tunggal ( Tarigan, 1985:7 ), dimana hubungan antara satu dengan yang lain sangat erat dan tidak bisa dipisahkan.

    Tema
Tema merupakan dasar tulisan suatu karya fiksi, termasum puisi dengan demikian tema merupakan dasar tumpuan persoalan di dalam karya sastra. Gagasan, ide, pikiran yang mendasari suatu karya sastra inilah yang di sebut tema ( Sudjiman, 1984:50 ).
Tema adalah ide sebuah cerita. Pengarang dalam menulis ceritanya bukan sekedar  mau bercerita tapi mau mengatakan sesuatu pada pembacanya. Sesuatu yang mau diktakannya itu bisa sesuatu maslah kehidupannya, pandangan hidupnya tentang kehidupan ini atau komentar terhadap kehidupan ini. Kejadian dan perbuatan tokoh cerita, semuanya didasari ole hide pengaran tersebut ( Sumarjo dan Saini, 1978:56 ).
Dari pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tema adalah unsure sebuah karya fiksi yang berfungsi untuk dijadikan sebagai pemberi arah dan tujuan dalam menganalisis sebuah puisi.
Dalam puisi, tema adalah gagasan pokok atau subjek matter yang dikemukakan oleh penyair. Pokok [pikiran atau pokok persoalan yang mendesak dalam jiwa penyair, sehingga menjadi landasan utama pengucapan puisinya.



    Rasa
Tarigan ( 1984 : 11 ) , mengungkapakan rasa atau felling adalah sikap ppenyair terhadap pokok permasalahan yang terkandung dalam puisinya. Selanjutnya Waluyo mengungkapkan bahwa rasa adalah sikap penyair terhadap objek yang dipersoalkan dalam puisi sang penyairnya.

    Nada
Menurut Tarigan (1984 : 5) nada adalah sikap sang penyair terhadap pembacanya dengan kata lain sikap sang penyair terhadap penikmat karyanya.
Sedangkan Waluyo ( 1987 : 21 ) menyatakan bahwa nada adalah sikap penyair terhadap pembaca. Dengan demikian nada dalam puisi adalah sikap yang ditonjolkan penyair atau pengarang terhadap pembaca atau penikmat puisinya.

    Amanat
Sudjiman ( 1984:5) berpendapat bahwa amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau penikmat. Demikian pula yang dikemukakan oleh Esten (1987:9) bahwa amanat adalah pemecahan jalan keluar yang diberikan pengarangnya di dalm puisi terhadap tema yang dikemukakan.

    Apresiasi Puisi.
Menurut KBBI (2005:62) apresiasi berarti (1) kesdaran terhadap nilai seni dan budaya. (2) penilaian (penghargaan) terhadap sesuatu hal ini bertalian dengan penilaian atau penghargaan terhadap sesuatu hal masalah. (3) kenaikan nilai barang karena harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah.
Kegiatan apresiasi, siswa didorong untuk kreatif  dengan menuliskan apa yang dipikirkian dan dirasakan. Secara aplikatif, tahap pertama bentuk ekspresi ini dapat dimulai dengan menggambarkan sesuatu yang diminatinya. Kemudian siswa didorong menceritakan gambar dan menuliskan apa yang diceritakan. Mungkin ia baru menulis sebaris kalimat pada hari itu. Kegiatan ini di latih terus menerus, sebaris kalimat akan berubah menjadi satu paragraph dan seterusnya sehingga keterampilan ini menjadi miliknya. Inilah salah satu cara pengembangan apresiasi sastra ( Muchlisoh, 1992:58).
Proses apresiasi pada dasarnya dapat dibagi dalam beberapa tahap, yaitu tahap memahami, menghayati, meresponsi dan tahap produksi.

    Pembelajaran Sastra di SMP
Pembelajaran sastar berdasarkan kurikulum tidak lagi berlandaskan pada pembelajaran tentang sastra. Lebih jauh dari itu, kemampuan apresiasi sastra tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan apresiasi sastra itu sendiri, tetapi juga pembeljaran lewat sastra, pembelajran sastra yang digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan berbahsa dan mengembangkan kepribadiannya. Hal ini bisa kita lihat pada tujuan umum pembelajaran, siswa mampu menikmati, memahami, dan memanfaatkan karya sastra untuk mengemngkan keperibadiannya, memperluas wawasan kehidupan serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Juga tampak pada rambu-rambu pembelajaran sastra dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk mengapresiasi karya sastra. Kegiatan mengapresiasi karya sastra berkaitan dengan erat latihan mempertajam perasaan, penalaran, dan daya khayal, serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya dan lingkungan hidupnya ( Solchan, H. 1998:425).

    Fungsi Pengajaran Sastra
Sehubungan dengan dunia pendidikan, pengajaran sastra dapat berfungsi membantu proses pendidikan seumur hidup (long life education) kerena cakupannya meliputi 4 manfaat yaitu sebagai berikut :
    Membantu Keterampilan Berbahasa
    Pengembangan Cipta dan Rasa
    Menunjang Pembentukan Watak

    Pembejaran Puisi di Kelas VIII SMP Berdasarkan KTSP
Pembelajaran apresiasi sastra puisi disekolah harus memiliki keterapaduan dalam hal pengalaman pembelajaran yang diperoleh. Hal ini berarti bahwa aktifitas apresiasi tindak rekreatif harus dipadukan dengan aktivitas apresiasi tidak proaktif. Hal ini selaras dengan tujuan pembelajaran apresiasi sastra, yaitu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi sastra, mampu mengomunikasikan hasil apresiasinya baik secara lisan maupun tertulis.

Pembelajaran puisi di SMP kelas VIII berdasarkan KTSP memuat kompetensi dasar merefleksi isi puisi yang dibaca dengan indikator siswa mampu memahami isi puisi seperti gambaran perasaan, nada dan suasana pada puisi serta mampu menyimpulkan pesan dalam puisi ( Depdiknas, 2006).










METODE PENELITIAN

    Metode penelitian
Metode penelitian ini adalah ddeskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang berusa menggambarkan secara objektif tentang kemampuan memahami struktur batin puisi doa karya Chairil Anwar dan pada-mu jua karya Amir Hamzah siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Kendari yang diukur dengan menggunakan rumus kemampuan dan dengan menggunakan perhitungan secara akurat.

    Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan memberi tes kepada siswa berdasarkan instrument soal yang telah disusun sebelumnya. Instrumen yang digunakan adalah objektif tes atau pilihan ganda dengan 4 alternatif jawaban.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    Instrument beserta lembar jawaban dibagikan kepada responden
    Responden diminta untuk menjawab keseluruhan butir soal pada lembar jawaban yang disediakan
    Soal yang dijawab oleh responden sesuai dengan waktu yang telah ditentuikan.
    Selanjutnya dikumpulkan sebagai data  penelitian.

    Teknik Analisis Data
Analisis data dilakukan secara deskriptif, dalam pendeskripsian dilakuka teknik persentase. Kemampuan memahami struktur batin puisi doa karya Chairil Anwar dan puisi pada-mu jua karya Amir Hamzah siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Kendari. Digunakan rumus: membagi perolehan siswa pada setiap komponen dengan skor maksimal x 100%.

P=(∑▒FX)/n  x 100%



Keterangan :
P             = kemampuan
∑▒FX            = jumlah skor yang diperoleh siswa
N         = jumlah skor maksimal
                                ( Supryadi, 1991 : 286 ).

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada kategori kemampuan di bawah ini.

Table Kategori Kemampuan

Kategori Kemampuan    Persentase kemampuan
Sangat mampu    85%-100%
Mampu    65%-84%
Kurang mampu    0%-64%

Sumber : SMP Negeri 17 Kendari
Berdasarkan  table di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
    Siswa dikatakan sangat mampu apabila mencapai kemampuan 85%-100%.
    Siswa dikatakan sangat mampu apabila mencapai kemampuan 65%-84%
    Siswa dikatakan sangat mampu apabila mencapai kemampuan 0%-64%.









HASIL PENELITIAN

    Kemampuan Memahami Struktur Batin Puisi Do’a dan Pada-Mu Jua
Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan perolehan skor siswa pada kemampuan memahami struktur batin puisi do’a dan padamu jua sebagaimana ditampilkan pada table berikut.

Perolehan Skor Kemampuan memahami Struktur Batin Puisi Do’a karya Chairil Anwar dan Pada-Mu jua Siswa Kelas VIII SMP Negeri 17 Kendari

No    Skor    %Kemampuan    Frekuensi    ∑▒█(fx@)    Kategori
1    20    100    1    20    Sangat Mampu
2    19    95    1    19    Sangat Mampu
3    18    90    1    18    Sangat Mampu
4    17    85    1    17    Sangat Mampu
5    16    80    2    32    Mampu
6    15    75    8    120    Mampu
7    14    70    8    112    Mampu
8    13    65    13    169    Mampu
9    12    60    13    156    Kurang Mampu
10    11    55    10    110    Kurang Mampu
11    10    50    2    20    Kurang Mampu
JUMLAH    60    793   

Tabel di atas memberikan gambaran
    Sebanyak 4 orang siswa berada pada kategori sangat mampu dengan rincian 1 orang siswa memperoleh skor  20 atau memcapai kemampuan 100%, 1 orang siswa memperoleh skor 19 atau mencapai kemampuan 95%, 1 orang siswa memperoleh skor 18 atau mencapai kemampuan 90%, 1 0rang siswa memperoleh skor 17 atau mencapai kemampuan 85%.
    Sebanyak 31 orang siswa berada pada kategori mampu dengan rincian 2 orang siswa memperoleh skor 16 atau mencapai kemampuan 80%, 8 orang memperoleh skor 15 atau mencapai kemampuan 75%, 8 orang siswa memperoleh skor 14 atau mencapai kemampuan 70%, 13 orang siswa memperoleh skor 13 atau mencapai kemampuan 65%.
    Sebanyak 25 orang siswa berada pada kategori  kurang mampu dengan rincian 13 orang siswa memperoleh skor 12 atau mencapai kemampuan 60%, 10 orang siswa memperoleh skor 11 atau memperoleh kemampuan 55%, 2 orang siswa memperoleh skor 10 atau mencapai kemampuan 50%.






















Daftar Pustaka
Aminuddin, dkk. 1987. Pengantar apresiasi Karya Sastra. Jakarta: Sinar Harapan.
Anwar, Chairil. 2007. Aku ini Binatang Jalang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Bina Aksara.
KBBI. 2005. Jakarta; Depdiknas.
Badrun, Ahmad.1983. Pengantar Ilmu Sastra (Teori Sastra). Surabaya: Usaha Nasional.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar